ISTI’ADZAH
Menurut Ibnu Katsir, Isti’adzah adalah berlindung kepada Allah SWT dan mendekatkan diri disisi-Nya agar terhindar dari kejahatan segala penjahat, untuk menolak keburukan dan meminta kebaikan.
Sedangkan Ibnu Qoyyim berkata : Isti’adzah adalah bernaung. Orang yang berlindung kepada Allah SWT, sungguh ia telah menjauhkan sesuatu yang menyakitinya atau yang membinasakannya. Untuk menuju kepada Allah SWT dan pemilik dirinya, dia memohon penjagaan, perlindungan, dan berteduh kepada-Nya.
Sebenarnya rasa kebersandaran, butuh, dan merendah kepada Allah SWT, tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, hanya hati yang dapat merasakannya.
Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berlindung hanya kepada-Nya. Perintah ini banyak terdapat dalam kalamnya, diantaranya :
[41:36 / Alfalaq:1 / Annaas:1 ]
Rosulullah telah mengisyaratkan kepada kita untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT, sebagaimana hadits dari Kaulah binti Hakim, ia menuturkan bahwa nabi SAW bersabda
“barangsiapa yang singgah disuatu tempat, lalu berdo’a…..
Al-Qurthubi berkata, sesungguhnya semenjak aku mendengar khabar ini, aku senantiasa mengamalkannya, maka tidak ada yang membahayakanku. Aku pernah disengat kalajengking di Mahdiyah pada suatu malam, lalu aku merenungi diriku, ternyata aku telah lupa membaca kalimat diatas.
Larangan Isti’adzah kepada selain Allah SWT
Mula Ali Qori Al Hanafi berkata : tidak boleh ber-Isti’adzah kepada Jin. Allah SWT telah mencela orang-orang kafir yang minta pertolongan kepada Jin sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Jin 72:6
Abu Ja’far bin Jarir berkata: dari Ibnu Abbas r.a. , dahulu ada seseorang bermalam dilembah pada jaman jahiliyah, lalu berkata “aku mohon perlindungan kepada penguasa lembah ini” lalu manusia menambah Isti’adzah kepada Jin, pimpinan mereka, maka bertambahlah orang-orang kafir itu melampaui batas dan Jin semakin menambag kepada manusia perasaan takut.
Jin hanya dapat memberikan manfaat duniawi seperti menolah kejahatan, mendapatkan keuntungan, diberitahu tentang hal yang ghaib, namun dengan imbalan pengagungan dan berlindungnya manusia kepada Jin. Padahal itu adalah perbuatan syirik, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-An’am:128,
Sumber : Fathul Majid, Penjelasan Kitab Tauhid,
Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh
Tanya Jawab Seputar Agama
Hikmah